Saturday, April 22, 2017

Alat Indera Pada Manusia dan Fungsinya

Rachmatalamsyah.com - Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Indera adalah alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri. Pada tubuh manusia, dikenal 5 alat indera atau yang biasa disebut sebagai panca indera. Panca indera terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Setiap indera memiliki fungsi yang berbeda antara satu dengan yang lain. Berikut ini adalah penjelasan mengenai alat indera berserta fungsinya.

A.Alat Indera Pada Manusia

Alat indera yang ada pada manusia terdiri dari 5 alat, yaitu :

  1. Indera penglihatan (Mata)
  2. Indera pendengaran (Telinga)
  3. Indera pembau (Hidung)
  4. Indera pengecap (Lidah), dan
  5. Indera peraba (Kulit)

Setiap indera memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dibawah ini adalah fungsi dari alat indera yang ada pada manusia.


B.Bagian dan Fungsi Alat Indera Pada Manusia


1.Indera Penglihatan (Mata)


Indera penglihatan yang ada pada manusia adalah mata. Mata terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian mata beserta dengan fungsinya :

  1. Kornea : Berfungsi untuk menerima rangsangan cahaya dan meneruskannya ke bagian dalam mata
  2. Lensa mata : Berfungsi untuk meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan yang diterima jatuh tepat di retina.
  3. Iris : Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk kedalam mata dengan cara mengatur besar kecilnya pupil
  4. Pupil : Berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya
  5. Retina : Berfungsi untuk membentuk bayangan benda, dan akan dikirim oleh saraf mata ke otak 
  6. Otot mata : Berfungsi untuk mengatur pergerakan bola mata.
  7. Saraf mata : Berfungsi untuk meneruskan/mengirim rangsangan cahaya dari retina ke otak

2.Indera Pendengar (Telinga)


Indera pendengar yang ada pada manusia adalah telinga. Telinga terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Telinga dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :

  1. Telinga bagian luar : Terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan liang telinga
  2. Telinga bagian tengah : Terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar (Tulang martil, landasan, dan sanggurdi), dan saluran eustachius
  3. Telinga bagian dalam : Terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar, dan rumah siput/koklea

Berikut adalah fungsi dari bagian yang ada pada telinga :

  1. Daun telinga, lubang telinga, dan liang telinga : Berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi
  2. Gendang telinga : Berfungsi untuk menimbulkan rangsang bunyi dengan timbulnya getaran pada telinga dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam
  3. Tiga tulang pendengaran (Tulang martil, landasan, dan sanggurdi) : Berfungsi untuk memperkuat getaran dari gendang telinga dan meneruskannya ke rumah siput/koklea
  4. Saluran eustachius : Berfungsi untuk menghubungkan antara rongga mulut dengan telinga bagian tengah
  5. Tiga saluran setengah lingkaran : Berfungsi untuk mengendalikan keseimbangan tubuh, dan mengubah impuls yang kemudian diteruskan ke otak
  6. Tingkap jorong, tingkap bundar, dan koklea : Berfungsi untuk mengubah impuls yang kemudian diteruskan ke otak.

3.Indera Pembau/Pencium (Hidung)

Indera pembau yang ada pada manusia adalah hidung. Hidung terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian hidung beserta fungsinya :

  1. Lubang hidung : Berfungsi sebagai tempat pertama kali udara masuk kedalam tubuh manusia
  2. Rongga hidung : Berfungsi sebagai saluran tempat keluar dan masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung terdapa selapur lendir dan rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang ikut bersama dengan udara saat melakukan pernapasan. Selaput lendir terletak di rongga hidung bagian atas dan peka terhadap bau.
  3. Serabut saraf : Berfungsi untuk mendeteksi zat kimia yang terdapa dalam udara pernapasan

4.Indera Pengecap (Lidah)


Indera pengecap yang ada pada manusia adalah lidah. Lidah terdiri tonjolan-tonjolan yang peka terhadap rasa yang disebut papila. Di dalam papila terdapat banyak tunas pengecap, dimana setiap tunas pengecap memiliki kepekaan rasa yang berbeda antara satu dengan yang lain. Berikut adalah daerah pembagian lidah yang peka terhadap rasa :

  1. Pangkal lidah (1) : Peka terhadap rasa pahit
  2. Tepi lidah bagian dalam (2) : Peka terhadap rasa asin
  3. Tepi lidah bagian luar (3) : Peka terhadap rasa asam
  4. Ujung lidah (4) : Peka terhadap rasa manis

5.Indera Peraba (Kulit)

Indera peraba yang ada pada manusia adalah kulit. Kulit terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian kulit beserta fungsinya :

  1. Kulit ari : Berfungsi mencegah masuknya berbagai macam bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
  2. Kelenjar keringat : Berfungsi untuk menghasilkan keringat
  3. Lapisan lemak : Berfungsi untuk menghangatkan tubuh
  4. Otot penggerak rambut : Berfungsi untuk mengatur gerakan rambut
  5. Pembuluh darah : Berfungsi untuk menghantarkan darah yang berisi oksigen dan karbondioksida serta sari-sari makanan

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Alat Indera Pada Manusia dan Fungsinya. Semoga dengan artikel ini, dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai alat indera. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀 


Alat Pernapasan pada Mahluk Hidup

Rachmatalamsyah.com - Semua mahluk hidup yang ada di dunia ini pasti bernapas. Baik manusia, hewan, bahkan tumbuhan semuanya bernapas. Namun, masing-masing jenis mahluk hidup tersebut tidak semuanya menggunakan alat yang sama untuk bernapas. Contohnya saja, tidak mungkin manusia dan tumbuhan mempunyai alat yang sama untuk bernapas. Maka dari itu, terdapat beberapa alat pernapasan yang dimiliki oleh masing-masing jenis mahluk hidup. Berikut adalah berbagai macam alat pernapasan yang ada pada mahluk hidup.

A.Alat Pernapasan Manusia

Alat Pernapasan Manusia
Alat pernapasan utama yang ada pada manusia adalah paru-paru. Paru-paru terletak di rongga dada di atas diafragma. Paru-paru pada manusia terdiri dari 2 bagian, yaitu paru-paru kanan yang terdiri dari 3 gelambir, dan paru-paru kiri yang terdiri dari 2 gelambir.

Selain paru-paru, manusia juga memiliki beberapa alat pernapasan lain seperti :

  1. Rongga Hidung
  2. Faring (Tekak)
  3. Laring (Pangkal tenggorokan)
  4. Trakea (Batang tenggorokan)
  5. Bronki (Cabang-cabang tenggorokan)
  6. Bronkiolus

Rongga hidung merupakan tempat awal masuknya udara dalam tubuh manusia ketika bernafas. Rongga hidung memiliki fungsi yang cukup penting, yaitu untuk menyaring udara yang masuk kedalam tubuh manusia dengan menggunakan rambut-rambut halus yang terdapat didalam rongga hidung.

Alat pernapasan lain pada manusia seperti faring, laring, trakea, dst. Berfungsi untuk menyalurkan udara yang berasal dari rongga hidung kedalam paru-paru.

B.Alat Pernapasan Hewan

Ikan
Terdapat macam-macam alat pernapasan yang ada pada hewan. Berikut ini adalah alat pernapasan pada yang ada pada hewan :

  1. Mamalia : Hewan mamalia bernapas dengan paru-paru. Kebanyakan hewan mamalia hidup didarat, namun ada beberapa hewan mamalia yang hidup di air seperti paus, dan lumba-lumba. Sistem pernapasan yang ada pada hewan mamalia tidak jauh berbeda dengan manusia, karena pada dasarnya manusia juga termasuk ke dalam mamalia.
  2. Burung (Aves) : Burung bernapas dengan paru-paru. Pada burung, terdapat alat pernapasan lain, yaitu pundi-pundi udara. Skema pernapasan pada burung agak berbeda dengan hewan mamalia. Ketika terbang, burung akan kesulitan untuk bernapas, oleh karena itu ketika tidak terbang burung menyimpan cadangan udara didalam pundi-pundi udara yang akan digunakan untuk bernapas ketika burung sedang terbang. 
  3. Ikan : Alat pernapasan yang ada pada ikan adalah insang yang terdiri dari 4 pasang di kanan dan kiri kepala ikan. Ikan akan bernapas ketika membuka dan menutup mulutnya sekaligus membuka dan menutup insangnya. Pada saat ingin mengambil oksigen, mulut ikan akan terbuka dan insang ikan akan tertutup, sedangkan ketika membuang karbondioksida mulut ikan akan tertutup dan insang akan terbuka.
  4. Amfibi : Alat pernapasan pada hewan amfibi bisa insang, paru-paru, dan kulit. Sebagai contoh hewan amfibi adalah katak. Ketika masih kecil (berudu) katak akan bernafas menggunakan insang, dan ketika beranjak dewasa, maka katak akan bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
  5. Serangga (Insect) : Alat pernapasan yang ada pada hewan serangga adalah trakea. Trakea adalah pembuluh-pembuluh halus yang bercabang dan memenuhi seluruh bagian tubuh serangga. Trakea akan berakhir pada lubang kecil yang disebut spirakel yang merupaka tempat keluar masuknya udara dan terletak di sisi tubuh kanan dan kiri serangga.
  6. Reptil : Alat pernapasan pada hewan reptil adalah paru-paru. Skema pernapasan yang ada pada reptil tidak jauh berbeda dengan hewan mamalia. Contoh hewan reptil adalah buaya, kadal, cecak, biawak, dan kura-kura.
  7. Hewan bersel satu : Alat pernapasan yang ada pada hewan bersel satu sebenarnya tidak ada, karena alat pernapasannya belum terbentuk. Hewan bersel satu hanya mengandalkan membran sel kulitnya untuk bernapas. Contoh hewan bersel satu adalah Amoeba sp.
  8. Cacing : Sama seperti hewan bersel satu, cacing juga tidak memiliki alat pernapasan. Cacing bernapas dengan mengandalkan permukaan kulitnya yang basah. Permukaan kulit yang basah akan mempermudah cacing untuk bernapas.
  9. Laba-laba dan Kalanjengking (Arachnida) : Alat pernapasan yang terdapat pada hewan arachnida adalah paru-paru buku jika sedang berada di darat, dan insang buku jika sedang berada di air. Di dalam paru-paru buku terdapat lembaran-lembaran tipis yang tersusun sejajar dan biasa disebut lamela.
Alat Pernapasan Serangga

C.Alat Pernapasan Tumbuhan

Stomata pada bagian bawah permukaan daun
Meskipun tampaknya tumbuhan tidak bernapas, namun sebenarnya tumbuhan juga melakukan proses pernapasan. Alat pernapasan yang ada pada tumbuhan adalah stomata, lentisel, dan akar. Stomata adalah lubang-lubang kecil yang terdapat di permukaan bawah daun. Sedangkan lentisel adalah lubang-lubang yang terdapat pada batang.

Selain stomata dan lentisel, tumbuhan juga dapat bernapas dengan menggunakan akar. Walaupun, fungsi utama akar adalah untuk menyerap air dan unsur hara dalam tanah, namun akar juga bisa menyerap oksigen yang terdapa dalam pori-pori tanah.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Alat Pernapasan pada Mahluk Hidup. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai alat pernapasan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀 
 

Letak Indonesia (Astronomis, Geografis, dan Geologis)

Letak Indonesia (Astronomis, Geografis, dan Geologis)
Rachmatalamsyah.com - Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah terbesar di dunia dan pulau terbanyak di dunia. Selain wilayahnya yang luas, Indonesia juga terletak di posisi yang strategis. Letak Indonesia dapat dilihat dari tiga segi yang berbeda, yaitu Astronomis, Geografis, dan Geologis. Berikut ini adalah letak dari negara Indonesia berdasarkan ketiga segi tersebut.

A.Letak Astronomis Indonesia

Berdasarkan kedudukan garis lintang dan garis bujur, Indonesia terletak di 6° LU – 11° LS dan 95° BT - 141° BT. Hal ini menandakan bahwa Indonesia terletak di bagian timur bumi dan daerah khatulistiwa. Dengan letak astronomis tersebut, maka Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang artinya hanya terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Berikut adalah ujung dari setiap wilayah Indonesia :

  1. Indonesia paling utara terletak di pulau We (6° LU)
  2. Indonesia paling selatan terletak di pulau Rote (11° LS)
  3. Indonesia paling timur terletak di kota Merauke (141° BT)
  4. Indonesia paling barat terletak di kota Sabang (95° BT)

Letak Astronomis ini membuat Indonesia memiliki 3 daerah waktu, dimana tiap zona waktu memiliki perbedaan 1 jam. Maka dari itu, di Indonesia terdapat wilayah Waktu Indonesia Barat (GMT+7), Waktu Indonesia Tengah (GMT+8), dan Waktu Indonesia Timur (GMT+9).

B.Letak Geografis Indonesia

Letak Geografis berarti letak suatu wilayah yang dikaitkan dengan wilayah lainnya di muka bumi. Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia. Dua samudera, yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Letak tersebut berarti bahwa Indonesia terletak pada posisi silang, dimana terdapat jalur transportasi perdagangan yang ramai dan menguntungkan Indonesia. Jalur perdagangan ramai ini, membuat Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa.

C.Letak Geologis Indonesia

Letak Geologis berarti letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di muka bumi. Secara Geologis, Indonesia terletak di :

a.3 Lempeng Utama Dunia

  1. Lempeng Eurasia
  2. Lempeng Indo-Australia
  3. Lempeng Pasifik

b.2 Jalur Pegunungan

  1. Sirkum Mediterania (Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Sumbawa, Alor)
  2. Sirkum Pasifik (Papua, Sulawesi, Halmahera, Kalimantan)

c. 3 Daerah

  1. Daerah Sunda Plate/Dangkalan Sunda : Merupakan perluasan benua Asia di bagian selatan yang tenggelam. Terdiri dari pulau besar di Indonesia bagian barat, yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
  2. Daerah Sahul Plate/Dangkalan Sahul : Merupakan daerah benua Australia yang tenggelam di bagian utara. Terdiri dari pulau besar di bagian timur, yaitu Papua dan sebagian Maluku
  3. Daerah peralihan/Daerah Wallace : Merupakan daerah peralihan antara benua Asia dan benua Australia. Terdiri dari pulau-pulau di daerah peralihan seperti Sulawesi

Berdasarkan keadaan Geologisnya, maka Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunung api karena dilalui dua jalur pegunungan, dan memiliki potensi gempa bumi yang besar karena terletak diantara tiga lempeng. Namun, juga terdapat keuntungan dari letak tersebut, yaitu Indonesia memiliki banyak tambang mineral.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Letak Indonesia (Astronomis, Geografis, dan Geologis). Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi kepada pembaca mengenai letak daripada negara Indonesia. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀

Referensi :
Diolah dari berbagai sumber 
  

Macam-Macam Pola Aliran Sungai

Sungai dengan pola aliran dendritik
Rachmatalamsyah.com - Sebuah sungai dan cabangnya dapat membentuk suatu pola aliran. Terdapat beberapa macam pola aliran sungai yang kita kenal, antara lain : paralel, rektangular, angular, radial sentrifugal, radial sentripetal, trelis, anular, dan dendritik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai macam-macam pola aliran sungai tersebut

Pola Aliran Sungai

1.Paralel


Paralel adalah pola aliran sungai yang terdapat pada suatu daerah yang luas dan sangat miring, sehingga gradien sungai besar dapat mengalir ke tempat terendah dengan arah yang hampir lurus. Pola ini terbentuk di daratan pantai yang masih muda dengan lereng asli yang sangat miring ke arah laut.

2.Rektangular


Rektangular adalah pola aliran sungai yang terdapat pada daerah yang memiliki struktur patahan, baik berupa patahan sesungguhnya ataupun retakan (joint). Pola aliran ini membentuk sudut siku-siku.

3.Angular

Angular adalah pola aliran sungai yang membentuk lebih besar atau lebih kecil dari 90 derajat. Pada pola ini terlihat bahwa sungai masih mengikuti garis-garis patahan.

4.Radial Sentrifugal

Radial Sentrifugal (kanan), Radial Sentripetal (kiri)

Radial Sentrifugal adalah pola aliran sungai yang ada pada kerucut gunung berapi atau dome yang baru mencapai stadium muda dan arah alirannya menuruni lereng.

5.Radial Sentripetal

Radial Sentripetal adalah pola aliran yang terdapat pada kawah atau kaldera gunung berapi ataupun depresi lainnya. Arah alirannya menuju ke pusat depresi.

6.Trelis


Trelis adalah pola aliran sungai yang berbentuk seperti terali atau jeruji. Pada pola ini, sungai mengalir sepanjang lembah dari suatu bentukan antiklin dan sinklin yang paralel.

7.Anular

Anular adalah pola aliran sungai yang merupakan variasi dari pola aliran radial. Pola ini terdapat pada dome atau kaldera stadium dewasa serta terdapat sungai konsekuen, subsekuen, resekuen, dan obesekuen.

8.Dendritik


Dendritik adalah pola aliran sungai yang berbentuk seperti cabang atau akar tanaman. Pola aliran ini terdapat pada daerah berjenis batuan homogen, dan lereng-lerengnya tidak begitu terjal, sehingga sungai-sungainya tidak cukup kuat untuk menempuh jalur yang lurus dan pendek.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Macam-Macam Pola Aliran Sungai. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai sungai. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀

Referensi :
Wardiyatmoko, K. 2013. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga 

 

Friday, April 21, 2017

Sistem Tata Nama Makhluk Hidup



Rachmatalamsyah.com - Setiap jenis makhluk hidup memiliki nama ilmiah (scientific name). Kadangkala juga disebut dengan istilah nama latin. Penyebutan nama latin ini sebenarnya kurang tepat, karena sebagian besar nama yang diberikan bukan dalam bahasa latin yang asli, melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali mendeskripsikannya, baru kemudian dilatinkan. Orang yang mendeskripsikan suatu spesies disebut deskriptor. Nama spesies yang diberikan oleh para ahli pada mulanya merupakan deskripsi lengkap suatu organisme, misalnya physalis amno ramosissme ramis angulosis glabris ffliis dentoserrati yang berarti tanaman yang memilki batang bersudut dan daun berbulu dengan tepian ang bergigi. Namun, pada perkembangannya, nama yang cukup panjang dianggap itu kurang praktis dan sulit untuk diingat atau dihapal sehingga diubah menjadi nama genus dan spesie yang ringkas dan jelas hingga lebih mudah diingat, contohnya physalis angulata (ceplukan).

Pemberian nama ilmiah pada setiap makhluk hidup tujuannya adalah agar spesies mudah dikenali dan menghindari kesalah pahaman, karena biasanya nama spesies akan disebut berbeda di daerah yang berbeda. Misalnya di Jawa Tengah (bahasa jawa) pisang disebut gedang, sedangkan di Jawa Barat (bahasa sunda), gedang artinya pepaya. Pisang di Jawa Barat disebut cau, sedangkan dalam bahasa inggris pisang disebut banana, Nama ilmiah dari pepaya yaitu Carica papaya, dan nama ilmiah pisang, adalah Musa paradisiaca.

Carolus Linnaeus, pada tahun 1735 memperkenalkan sistem pemberian nama ilmiah untuk setiap jenis spesies dengan mengguanakan sistem tata nama ganda, yang disebut Binominal Nomenklatur. Pemberian nama spesies menggunakan dua kata yang merupakan deskripsi atau gambaran dari organisme tersebut. Sistem tata nama binominal nomenklatur mengikuti beberapa kaidah, yaitu sebagai berikut :

1. Menggunakan bahasa latin atau bahasa lain yang dilatinkan.

2. Terdiri dari dua kata, di mana kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua adalah nama spesies yang spesifik.

3. Huruf pertama pada kata pertama ditulis dengan huruf kapital (uppercase), sedangkan huruf selanjutnya ditulis dengan huruf kecil (lowercase).

4. Nama genus dan nama spesies dicetak miring (italic) atau digarisbawahi (underline) secara terpisah.

5. Nama atau singkatan nama deskriptoe dapat dituliskan di belakang nama spesies, penulisannya dengan menggunakan huruf tegak tanpa garis bawah.



Contoh penulisan nama ilmiah :

Glycine max Merr atau Glycine max Merr (keledai). Merr merupakan nama deskriptor (E.D. Merrill) Vicia faba L atau Vicia faba L (buncis). L adalah singkatan dari Linnaeus
Sekian.