Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Pengertian Enzim,Sifat dan Susunan Enzim serta cara kerja Enzim

Pengertian Enzim dan Sifat-sifatnya


Rachmatalamsyah.com - Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata "Enzim" dalam kehidupan kita. Didalam tubuh kita sendiri juga terdapat enzim yang dapat membantu reaksi kimia. Mulai dari mulut, usus, lambung, pankreas yang ada dalam tubuh kita memiliki enzim. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Enzim.

A. Pengertian Enzim

Enzim merupakan katalis yang berupa protein yang dihasilkan oleh sel. Katalis sendiri adalah senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi. Jadi, walaupun tanpa enzim, reaksi kimia tetap dapat berlangsung namun berjalan lambat, namun  dengan adanya bantuan enzim suatu reaksi kimia dapat berjalan dengan lebih cepat.

B. Sifat-sifat Enzim

Adapun beberapa sifat enzim diantaranya adalah :
  • Biokatalisator : Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa enzim dapat mempercepat berbagai reaksi kimia yang ada didalam sel dengan menurunkan energi aktivasi
  • Spesifik : Artinya suatu enzim tertentu hanya dapat mengadakan perubahan pada zat tertentu pula. Enzim tidak dapat melakukan reaksi pada reaksi yang bukan bidangnya
  • Enzim bekerja secara bolak-balik : Maksudnya, enzim tidak mempengaruhi arah reaksi sehingga dapat bekerja bolak-balik sampai akhirnya terjadi keseimbangan (ekuilibrium)
  • Enzim mudah terdenaturasi dalam suhu tinggi 
  • Pada suhu rendah enzim mengalami koagulasi
  • Termolabil : Artinya kerja enzim dipengaruhi oleh suhu, semakin rendah suhunya semakin lambat kerjanya, sedangkan semakin tinggi suhunya maka semakin cepat pula reaksi kimia yang dilakukan oleh enzim, namun jika suhu terlalu tinggi enzim akan terdenaturasi.
  • Hanya diperlukan dalam jumlah sedikit dikarenakan sifatnya yang sebagai katalisator, sehingga tidak diperlukan dalam jumlah banyak. Asal enzim tidak rusak, maka enzim dapat terus bekerja
  • Enzim termasuk koloid
  • Memiliki nama tertentu yang bersifat khusus : Nama pertama merupakan nama molekul yang diikat, sedangkan nama kedua menunjukkan bentuk reaksi yang difasilitasi oleh enzim dan diberi akhiran ase.

C. Susunan Kimia Enzim

Susunan Enzim

Semua enzim tersusun atas protein, namun ada enzim yang hanya tersusun atas protein saja dan ada pula enzim yang tersusun atas protein yang terikat dengan zat yang bukan protein yang disebut dengan kofaktor. Konfaktor sendiri berfungsi untuk mengaktifkan aksi katalis enzim. Adapun 3 jenis kofaktor yaitu :
  • Gugus prostetik : Merupakan senyawa protein (apoenzim) yang terikat secara permanen dengan senyawa non-protein
  • Koenzim : Senyawa organik yang menjadi bagian sementara dari enzim, yaitu pada saat berlangsung katalisis
  • Ion logam : Dapat membentuk ikatan dengan sisi aktif dan substrat

D. Cara Kerja Enzim

Cara Kerja Enzim

Ada dua tahap kerja pada enzim. Pertama adalah enzim bergabung dengan substrat sehingga terbentuk kompleks enzim substrat [Substrat : Molekul yang terikat pada enzim]. Kemudian, Kompleks enzim substrat tadi terpisah dan menghasilkan produk serta enzim bebas. Proses terjadinya penggabungan enzim dengan substrat hanya terjadi dalam seketika saja. Satu molekul enzim dapat memproses jutaan molekul substrat, sehingga enzim tidak perlu banyak. Enzim juga tidak dihabiskan ketika bereaksi sehingga tubuh tidak perlu memproduksi enzim dalam jumlah banyak. Dalam enzim ada yang disebut dengan sisi aktif enzim. Sisi aktif enzim ini memiliki bentuk tertentu, sehingga substratnya pun harus memiliki bentuk yang sama dengan enzim tersebut, oleh karena itu enzim hanya dapat memproses suatu reaksi kimia tertentu dan tidak dapat memproses reaksi kimia yang lainnya.

E. Contoh Enzim Pencernaan pada manusia


Berikut adalah contoh enzim yang terdapat dalam proses pencernaan manusia :

Organ
Jenis Enzim Pencernaan
Fungsi Enzim Pencernaan
Kelenjar air liur
Enzim Ptialin atau amilase
Mencerna amilum menjadi maltose
Lambung
Asam Lambung (HCl)
Membunuh bakteri yang masuk kedalam saluran pencernaan

Renin
Mengubah kaseinogen menjadi kasein

Pepsin
Mengubah protein menjadi pepton
Pankreas
Tripsin
Mengubah protein menjadi polipeptida

Lipase Pankreas
Mengemulsikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol

Amilase Pankreas
Mengubah amilum menjadi disakarida

Karbohidrae Pankreas
Mencerna amilum menjadi maltose
Usus halus
Maltase
Mengubah maltose menjadi glukosa

Laktase
Mengubah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa

Enterokinase
Mengubah tripsinogen menjadi tripsin

Lipase
Mengubah lemak menjadi gliserol dan asam lemak

Peptidase
Mengubah polipeptida menjadi asam amino

Sukrase
Mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa

Nah, itu tadi penjelasan mengenai pengertian enzim beserta sifat-sifatnya. Semoga dengan adanya artikel ini para pembaca sekalian dapat mengetahui apa itu enzim dan apa saja sifat dari enzim tersebut. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D


Pengertian Ekolokasi dan Contohnya

Hewan dengan kemampuan ekolokasi
Rachmatalamsyah.com - Kita tahu bahwa antara hewan yang satu dengan hewan yang lainnya memiliki ciri-ciri yang berbeda antara satu sama lain. Beberapa diantara hewan tersebut, memiliki kemampuan-kemampuan unik/ciri khusus yang tidak dimiliki oleh hewan-hewan lain. Salah satu kemampuan unik/ciri khusus tersebut adalah kemampuan ekolokasi. Beberapa hewan yang memiliki kemampuan ekolokasi diantaranya adalah kelelawar, ikan paus, dan lumba-lumba.

Namun, sebenarnya apakah ekolokasi itu? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan mengenai ekolokasi dibawah ini.

A. Pengertian Ekolokasi 

Ekolokasi adalah kemampuan untuk mendeteksi benda-benda di sekitarnya dengan memanfaatkan gelombang bunyi yang dipantulkan oleh benda-benda di sekitarnya. Dengan bunyi pantulan yang dihasilkan dari benda-benda di sekitarnya, maka hewan dapat mengetahui keberdaaan dari benda-benda tersebut.

Di zaman modern ini, kemampuan seperti ekolokasi ini sudah dimanfaatkan manusia sebagai sonar dan radar pada kapal-kapal ataupun pesawat. 

B. Contoh Ekolokasi pada Hewan

Ada beberapa contoh hewan yang memiliki kemampuan ekolokasi, diantaranya adalah kelelawar, ikan paus, dan lumba-lumba. Berikut adalah cara kerja ekolokasi pada beberapa hewan tersebut :

1. Kelelawar

Kelelawar merupakan salah satu mahluk nocturnal atau mahluk yang aktif pada malam hari. Tentu, kondisi pada malam hari identik dengan gelap gulita. Lalu, bagaimana cara kelelawar dapat terbang di malam hari dengan lincah tanpa menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya? Dalam hal ini penglihatan kelelawar pada malam hari sangatlah buruk, sehingga kelelawar memanfaatkan kemampuan ekolokasi yang dimilikinya. Ketika sedang terbang, kelelawar akan mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh manusia. Jika bunyi tersebut mengenai suatu benda, bunyi akan dipantulkan kembali. Pantulan bunyi ini ditangkap oleh kelelawar sehingga dapat mengetahui letak benda disekitarnya.

Kemampuan ekolokasi pada kelelawar sangat membantunya untuk menghindari tabrakan dengan benda-benda disekitarnya dan untuk mencari mangsa.

2. Ikan Paus

Ikan paus tinggal di dalam lautan dalam yang sangat minim cahaya. Maka dari itu, ikan paus juga memiliki kemampuan ekolokasi. Tidak jauh berbeda dengan kelelawar, ikan paus juga akan memancarkan gelombang bunyi didalam air untuk mengetahui letak benda-benda disekelilingnya. Gelombang bunyi yang dihantarkan melalui air lebih baik jika dibandingkan melalui udara, hal ini akan semakin membantu ikan paus untuk menentukan letak benda disekitarnya.

3. Lumba-Lumba

Ekolokasi pada lumba-lumba
Lumba-lumba menggunakan kemampuan ekolokasi yang dimilikinya untuk menentukan arah dan mencari kawanannya ketika sedang tersesat. Untuk penerapannya sendiri, kemampuan ekolokasi pada lumba-lumba tidak jauh berbeda dengan kelelawar dan ikan paus. Pada gambar diatas, gelombang berwarna ungu dan tidak terputus menunjukkan gelombang bunyi yang dihasilkan, sedangkan gelombang terputus menunjukkan pantulan daripada bunyi.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Pengertian Ekolokasi dan Contohnya. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai kemampuan unik hewan, yaitu ekolokasi.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀


Ulasan Seputar Penyebab dan Akibat Kanker Payudara

Ulasan Seputar Penyebab dan Akibat Kanker Payudara
Rachmatalamsyah.com - Beberapa penyakit memiliki tujuan serangan yang lebih spesifik tergantung dari jenis penyakit tersebut. Kanker misalnya, kanker merupakan sel abnormal yang bisa merusak tubuh dan dapat terjadi pada pria maupun wanita. Meski begitu ada juga type kanker yang hanya menyerang salah satu kaum saja seperti kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita. Kanker payudara merupakan kanker yang menyerang pada sel di payudara wanita atau di kelenjar susunya. Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan seorang wanita menderita jenis kanker ini yang harus diketahui sebagai antisipasi. Setelah mengetahui penyebabnya, Anda juga perlu tahu cara-cara pengobatan kanker payudara yang dikelompokkan menjadi beberapa cara.

Penyebab kanker sendiri belum bisa dipastikan dengan jelas, namun sebagian besar tenaga kesehatan dan peneliti setuju jika kanker  erat kaitannya dengan kebiasaan hidup sehari-hari. Faktor lingkungan seperti zat polutan dan radiasi juga turut menjadi faktor penyebab munculnya sel kanker dalam tubuh manusia. Selain dari kebiasaan hidup sehari-hari, sel kanker terutama kanker payudara dan kanker servic juga disebabkan oleh faktor keturunan. Meski sebenarnya kanker bukan merupakan penyakit turunan namun gen tertentu yang diturunkan memiliki resiko terkena kanker lebih besar. Hal ini membuat wanita dengan ibu atau nenek yang memiliki kanker ataupun tumor jinak harus lebih waspada.

Momok menakutkan kanker payudara pada wanita sebenarnya bisa diatasi asalkan tidak berada pada stadium yang sudah lanjut. Ada beberapa cara untuk mengobati kanker yang bisa dilakukan seperti:

●    Bedak atau pengangkatan sel tumor.
●    Radioterapi.
●    Kemoterapi.
●    Terapi hormon.

Prosedur bedah sendiri dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya adalah bedah untuk mengambil sel tumor saja yang masih kecil dan bedah untuk mengambil payudara seutuhnya untuk kanker yang sudah mengganas. Untuk bedah sebagian, dapat dilakukan jika stadium kanker masih berada di stadium 1 dan 2 dimana sebelumnya pasien juga telah melakukan kemoterapi untuk mengecilkan sel kanker sehingga bisa diangkat dengan lebih mudah. Namun untuk kanker yang telah menyebar ke berbagai organ lain misalnya kelenjar getah bening, pengangkatan payudara secepatnya harus dilakukan beserta tindakan lainnya.


Pengertian Autotomi dan Contohnya

Cicak
Ketika anda sedang iseng mengejar cicak di rumah anda, penahkah anda mengalami kejadian dimana cicak akan melepaskan ekornya? Mungkin bagi anda yang tidak mengerti akan merasa ngeri terhadap kejadian tersebut, karena mungkin cicak tersebut masih dapat berlari dan tidak merasa seperti kesakitan setelah kehilangan bagian ekornya. Namun, ternyata hal tersebut merupakan hal yang biasa bagi cicak dan merupakan ciri khas yang ada pada dirinya.

Hal yang dilakukan oleh cicak tersebut disebut autotomi. Lalu, apakah sebenarnya autotomi itu? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan mengenai autotomi dibawah ini.

A.Pengertian Autotomi

Autotomi adalah kemampuan yang dimiliki oleh hewan tertentu sebagai mekanisme pertahanan dari predator dengan cara melepaskan salah satu bagian tubuh dan bagian tubuh yang dilepaskan tersebut akan tumbuh kembali. Contoh yang paling sering kita temui adalah kemampuan autotomi pada hewan cicak dan kadal.


B.Contoh Hewan Autotomi


Bagian ekor kadal yang lepas
Agar lebih mudah memahami, mari kita lihat hewan yang memiliki kemampuan autotomi disekitar kita, yaitu cicak.

Ketika sedang merasa terancam, cicak akan menggunakan kemampuan autotominya sebagai mekanisme pertahanan dirinya dengan cara memutuskan salah satu bagian tubuhnya, yaitu bagian ekornya. Hal ini dilakukan oleh cicak agar predator atau mahluk penggangu tersebut terkecoh dengan bagian ekor cicak yang bergerak-gerak dan memberikan waktu bagi cicak untuk melarikan diri dari predator atau mahluk penggangu tersebut. Setelah beberapa hari, bagian ekor cicak tersebut akan tumbuh kembali seperti semula.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Pengertian Autotomi dan Contohnya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai kemampuan autotomi. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.


Pengelompokan Tumbuhan

Rachmatalamsyah.com - Banyak orang yang masih belum mengenal ciri-ciri tumbuhan dengan baik. Pada umumnya, kebanyakan orang hanya tahu bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen, memiliki akar, memiliki batang, dan ciri umum tumbuhan lainnya. Padahal, ciri antara tumbuhan satu dengan tumbuhan lain banyak yang berbeda. Untuk memudahkan manusia dalam mengenai ciri-ciri tumbuhan, maka dibuatlah pengelompokan tumbuhan.

Tumbuhan dapat dikelompokan berdasarkan bentuk tulang daunnya, tempat hidupnya, bentuk akarnya, jenis batangnya, jenis bunganya, keping bijinya, dan cara perkembangbiakannya. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pengelompokan tumbuhan.

A. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Bentuk Tulang Daun 

Tulang Daun Sejajar (Jagung)
Berdasarkan bentuk tulang daunnya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daunnya
  1. Tumbuhan dengan tulang daun menyirip. Contoh : Durian, jambu, mangga
  2. Tumbuhan dengan tulang daun melengkung. Contoh : Sirih, waru, genjer
  3. Tumbuhan dengan tulang daun menjari. Contoh : Kapas, singkong, pepaya
  4. Tumbuhan dengan tulang daun sejajar. Contoh : Pandan, padi, tebu, jagung.

B. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya

Tumbuhan Hidrofit (Teratai)
Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan tempat hidupnya

  1. Tumbuhan Darat : Merupakan tumbuhan yang hidup di daratan. Contoh : Mangga, pisang, melati, cemara, dan lain-lain
  2. Tumbuhan Hidrofit : Merupakan tumbuhan yang di hidup di perairan. Contoh : Enceng gondok, teratai, dan lain-lain
  3. Tumbuhan Parasit : Merupakan tumbuhan yang hidup menumpang pada tumbuhan lain. Contoh : Benalu, tali putri, dan lain-lain
  4. Tumbuhan Epifit : Merupakan tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain. Contoh : Paku, anggrek, dan lumut.

C. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Bentuk Akarnya

Berdasarkan bentuk akarnya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan bentuk akarnya

  1. Tumbuhan berakar serabut. Contoh : Bambu, tebu, jagung, padi, kelapa
  2. Tumbuhan berakar tunggang. Contoh : Mangga, jambu, jeruk

D. Pengelompkan Tumbuhan Berdasarkan Jenis Batangnya

Berdasarkan jenis batangnya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan jenis batangnya.

  1. Tumbuhan berbatang basah : Tumbuhan dengan batang yang lunak, berair, dan mudah untuk dipotong. Contoh : Bayam, pisang, pacar air
  2. Tumbuhan berbatang kayu : Tumbuhan dengan batang yang keras, memiliki kambium dan berkayu serta sulit untuk dihancurkan. Contoh : Pohon jati, jambu
  3. Tumbuhan berbatang rumput : Tumbuhan dengan batang yang memiliki ruas yang jelas serta berongga. Contoh : Padi, jagung
  4. Tumbuhan berbatang menjalar : Tumbuhan dengan batang yang menjalar. Contoh : Ubi jalar, mentimun.

E. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Jenis Bunganya

Tidak semua tumbuhan memiliki bunga. Hanya tumbuhan tertentu yang memiliki bunga. Berdasarkan jenis bunganya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok. Berikut adalah pengelompkan tumbuhan berdasarkan jenis bunganya.

  1. Tumbuhan dengan bunga sempurna : Tumbuhan yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga. Contoh : Bunga mawar, bunga sepatu, bunga jambu
  2. Tumbuhan dengan bunga tidak sempurna : Tumbuhan yang memiliki putik dan benang sari, namun tidak terdapat dalam satu bunga. Contoh : Bunga salak, bunga jagung.

F. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Keping Bijinya

Berdasarkan keping bijinya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan keping bijinya

  1. Monokotil : Tumbuhan dengan biji berkeping satu. Artinya tidak terdapat belahan pada biji. Contoh : Pisang, padi, kelapa
  2. Dikotil : Tumbuhan dengan biji berkeping dua. Artinya terdapat belahan pada biji. Contoh : Pepaya, jambu, rambutan.

G. Pengelompkan Tumbuhan Berdasarkan Cara Perkembangbiakannya

Berdasarkan cara perkembangbiakannya, tumbuhan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok. Berikut adalah pengelompokan tumbuhan berdasarkan cara perkembangbiakannya

  1. Tumbuhan Generatif : Tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara kawin. Tumbuhan ini harus memiliki bunga yang terdapat putik dan benang sari. Contoh :  Jambu, apel, jeruk, dan lainnya.
  2. Tumbuhan Vegetatif : Tumbuhan yang berkembangbiak tanpa melalui perkawinan. Dibagi menjadi vegetatif alami (Spora, tunas, umbi batang, umbi lapis, geragih, tunas adventif, akar tinggal) dan vegetatif buatan (Setek, cangkok, runduk). Contoh : Pisang, mangga, rumput teki, jahe, kunyit, dan lainnya.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Pengelompokan Tumbuhan. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi lebih lanjut kepada pembaca mengenai pengelompokan tumbuhan. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀


Alat Indera Pada Manusia dan Fungsinya

Rachmatalamsyah.com - Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Indera adalah alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri. Pada tubuh manusia, dikenal 5 alat indera atau yang biasa disebut sebagai panca indera. Panca indera terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Setiap indera memiliki fungsi yang berbeda antara satu dengan yang lain. Berikut ini adalah penjelasan mengenai alat indera berserta fungsinya.

A.Alat Indera Pada Manusia

Alat indera yang ada pada manusia terdiri dari 5 alat, yaitu :

  1. Indera penglihatan (Mata)
  2. Indera pendengaran (Telinga)
  3. Indera pembau (Hidung)
  4. Indera pengecap (Lidah), dan
  5. Indera peraba (Kulit)

Setiap indera memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dibawah ini adalah fungsi dari alat indera yang ada pada manusia.


B.Bagian dan Fungsi Alat Indera Pada Manusia


1.Indera Penglihatan (Mata)


Indera penglihatan yang ada pada manusia adalah mata. Mata terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian mata beserta dengan fungsinya :

  1. Kornea : Berfungsi untuk menerima rangsangan cahaya dan meneruskannya ke bagian dalam mata
  2. Lensa mata : Berfungsi untuk meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan yang diterima jatuh tepat di retina.
  3. Iris : Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk kedalam mata dengan cara mengatur besar kecilnya pupil
  4. Pupil : Berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya
  5. Retina : Berfungsi untuk membentuk bayangan benda, dan akan dikirim oleh saraf mata ke otak 
  6. Otot mata : Berfungsi untuk mengatur pergerakan bola mata.
  7. Saraf mata : Berfungsi untuk meneruskan/mengirim rangsangan cahaya dari retina ke otak

2.Indera Pendengar (Telinga)


Indera pendengar yang ada pada manusia adalah telinga. Telinga terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Telinga dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :

  1. Telinga bagian luar : Terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan liang telinga
  2. Telinga bagian tengah : Terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar (Tulang martil, landasan, dan sanggurdi), dan saluran eustachius
  3. Telinga bagian dalam : Terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar, dan rumah siput/koklea

Berikut adalah fungsi dari bagian yang ada pada telinga :

  1. Daun telinga, lubang telinga, dan liang telinga : Berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi
  2. Gendang telinga : Berfungsi untuk menimbulkan rangsang bunyi dengan timbulnya getaran pada telinga dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam
  3. Tiga tulang pendengaran (Tulang martil, landasan, dan sanggurdi) : Berfungsi untuk memperkuat getaran dari gendang telinga dan meneruskannya ke rumah siput/koklea
  4. Saluran eustachius : Berfungsi untuk menghubungkan antara rongga mulut dengan telinga bagian tengah
  5. Tiga saluran setengah lingkaran : Berfungsi untuk mengendalikan keseimbangan tubuh, dan mengubah impuls yang kemudian diteruskan ke otak
  6. Tingkap jorong, tingkap bundar, dan koklea : Berfungsi untuk mengubah impuls yang kemudian diteruskan ke otak.

3.Indera Pembau/Pencium (Hidung)

Indera pembau yang ada pada manusia adalah hidung. Hidung terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian hidung beserta fungsinya :

  1. Lubang hidung : Berfungsi sebagai tempat pertama kali udara masuk kedalam tubuh manusia
  2. Rongga hidung : Berfungsi sebagai saluran tempat keluar dan masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung terdapa selapur lendir dan rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang ikut bersama dengan udara saat melakukan pernapasan. Selaput lendir terletak di rongga hidung bagian atas dan peka terhadap bau.
  3. Serabut saraf : Berfungsi untuk mendeteksi zat kimia yang terdapa dalam udara pernapasan

4.Indera Pengecap (Lidah)


Indera pengecap yang ada pada manusia adalah lidah. Lidah terdiri tonjolan-tonjolan yang peka terhadap rasa yang disebut papila. Di dalam papila terdapat banyak tunas pengecap, dimana setiap tunas pengecap memiliki kepekaan rasa yang berbeda antara satu dengan yang lain. Berikut adalah daerah pembagian lidah yang peka terhadap rasa :

  1. Pangkal lidah (1) : Peka terhadap rasa pahit
  2. Tepi lidah bagian dalam (2) : Peka terhadap rasa asin
  3. Tepi lidah bagian luar (3) : Peka terhadap rasa asam
  4. Ujung lidah (4) : Peka terhadap rasa manis

5.Indera Peraba (Kulit)

Indera peraba yang ada pada manusia adalah kulit. Kulit terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagian-bagian kulit beserta fungsinya :

  1. Kulit ari : Berfungsi mencegah masuknya berbagai macam bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
  2. Kelenjar keringat : Berfungsi untuk menghasilkan keringat
  3. Lapisan lemak : Berfungsi untuk menghangatkan tubuh
  4. Otot penggerak rambut : Berfungsi untuk mengatur gerakan rambut
  5. Pembuluh darah : Berfungsi untuk menghantarkan darah yang berisi oksigen dan karbondioksida serta sari-sari makanan

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Alat Indera Pada Manusia dan Fungsinya. Semoga dengan artikel ini, dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai alat indera. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀