Showing posts with label BONTOTIRO. Show all posts
Showing posts with label BONTOTIRO. Show all posts

Profil Desa Tritiro



Desa Tritiro
RachmatAlamsyah.com - Desa tritiro adalah salah satu desa diantara  tiga belas desa dan salah satu kelurahan dalam wilayah kecamatan bontotiro saat ini.Bontotiro adalah salah satu dari sepuluh kecamatan di kabupaten bulukumba yang di bentuk pada tahun 1962 dimana bontotiro adalah gabungan dua distrik yaitu distrik tiro dan distrik batang bontotangga.Sebelum kemerdekaan RI, Desa tritiro bernama kalumpang yang diperintah oleh seorang gallarrang dibawa pemerintahan distrik tiro dengan gelar karaeng tiro. Desa tritiro yang berada diwilayah kecamatan bontotiro kabupaten bulukumba dengan jarak tempuh. 

-          Ibu kota Kec. 3 Km
-          Ibu kota Kab. 37 Km
-          Ibu kota Prov.187 Km

  Kondisi geografis desa 

a.       Batas wilayah 

Desa tritiro berbatasan dengan wilayah:
                Utara : Kelurahan Ekatiro
                Selatan : Desa lembanna, Kec. Bontobahari
                Barat  : desa caramming
                Timur : Teluk Bone
b.        Pembagian wilayah terbagi atas 3 dusun: 

-          Dusun kalumpang utara
-          Dusun kalumpang tengah
-          Dusun kalumpang selatan

c.       Luas wilayah desa tritiro,

 Desa tritiro mempunyai luas wilayah 700 ha yang ber
-          Tanah kering 650 ha
-          Tanah fasilitas umum 30 ha
-          Tanah hutan 20 ha

d.       Iklim 

-          Curah hujan biasanya 8 bulan/ tahun
-          Suhu rata-rata 20-34 0C 
-          Tinggi tempat 110 Dari permukaan air laut

     Kondisi demografis 

Jumlah penduduk desa tritiro 2.233 jiwa dengan rincian:

                 - Laki-laki 1.074 jiwa
      - Perempuan 1.159 jiwa
      - Jumlah kepala keluarga 670 KK
      - Jumlah rumah tangga 488 jiwa
      - Jumlah bayi/ balita 33 jiwa

Jumlah penduduk menurut dusun:

-  Dusun kalumpang utara :
Jumlah penduduk 708 jiwa
Jumlah Kepala keluaraga 246 KK
Jumlah Rumah Tangga 179 jiwa
Jumlah bayi 14 jiwa
-   Dusun kalumpang tengah:
Jumlah penduduk 601 jiwa
Jumlah Kepala keluaraga 173 KK
Jumlah Rumah Tangga 142 jiwa
Jumlah bayi 11 jiwa
-  Dusun kalumpang selatan:
Jumlah penduduk 924 jiwa
Jumlah Kepala keluaraga 273 KK
Jumlah Rumah Tangga 167 jiwa
Jumlah bayi 8 jiwa

Tingkat pendidikan
-          Belum sekolah 252
-          Tidak tamat SD 175
-          Tamat SD 364
-          Tamat SLTP/Sederajat 531
-          Tamat SLTA/Sederajat 603
-          Tamat D1 61
-          Tamat D2 70
-          Tamat D3 59
-          Tamat  S1 103
-          Tamat S2 15
Mata pencaharian Penduduk
-          Petani 258
-          Nelayan 101
-          Pedagang 135
-          PNS 39
-          Guru 137
-          Pensiunan/ Purnawira 78
-          Wiraswasta 29
-          Tukang 73
-          Sopir 12
-          Jasa 14
Sarana pendidikan yang tersedia:
-          TK 3 Unit
-          SD/ Sederajat 3 Unit
-          SLTP/ Sederajat Belum ada
-          SLTA/Sederajat 1 Unit
Perpustakaan Sekolah dan mesjid 4
TK/ TPA dan Majelis Ta’lim
Sarana Kesehatan:
-          Posyandu 2 unit
-          Pustu 1 unit
-          Poskesdes 1 unit
-          Bidan desa dan dukun beranak
Sarana Perekonomian:
-          Pasar desa 1 unit
-          Koperasi tani 1 unit
-          Koperasi serbausaha 1 unit
-          Simpan pinjam perempuan ( SPP)
-          PNPM Mandiri Pedesaan 2 Kelompok
-          Toko/ Kios 10 Unit
Sarana Keamanan
-          Poskamling 4 unit

Aspek Politik

Partisipasi masyrakat cukup tinggi kalau dilihat dari kesadaran penduduk dalam menggunakan hak pilihnya dalam setiap pemilih apapun. Legislatif, Pilpres,Pilgub,pilkada,Bupati dan Pilkades.Kemudian peran serta dalam mengikuti  musrembang  juga meningkat khususnya peserta perempuan dari biasanya hanya 10 menjadi 20 orang.

Demikian sedikit informasi profil lengkap Desa Tritiro , Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.Lebih dan Kurangnya mohon di maafkan. Salam Turatea !! ( Gambar/Foto Desa Menyusul)
 

Sejarah Singkat Masuknya Islam ke Tiro

Makam Datotiro

KH. MAULANA KHATIB BUNGSU ( DATO TIRO )

RachmatAlamsyah.com - Dalam sejarah penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan, nama Dato Tiro tidak bisa lepas dari perannya sebagai salah seorang penyebar agama Islam. Dato Tiro yang mempunyai nama asli Al Maulana Khatib Bungsu datang ke Sulawesi Selatan bersama dua orang sahabatnya yaitu: Khatib Makmur yang lebih dikenal dengan nama Dato ri Bandang dan Khatib Sulaiman yang lebih dikenal dengan Dato Patimang.

Pada tahun 1604 M, Al Maulana Khatib Bungsu menyiarkan agama Islam di Tiro (Bulukumba) dan sekitarnya. Adapun raja yang pertama diislamkan dalam kerajaan Tiro adalah Launru Daeng Biasa yang bergelar Karaeng Ambibia. Launru Daeng Biasa adalah cucu ke empat dari Karaeng Samparaja Daeng Malaja yang bergelar Karaeng Sapo Batu yang merupakan raja pertama di Tiro.

Langkah awal dan utama untuk penyebaran sebuah agama di suatu daerah tertentu biasanya dimulai dengan mengajak raja mereka untuk memeluk agama Islam terlebih dahulu, apabila rajanya sudah memeluk agama Islam maka rakyatnya akan dengan mudah diajak untuk menganut agama tersebut pula. Dato Tiro awalnya mengundang Launru Daeng Biasa untuk berdialog, namun ajakan Dato Tiro ini ditolak oleh Launru Daeng Biasa karena beliau merasa sebagai penguasa tertinggi dan pemilik kedaulatan di daerah tersebut. Akhirnya dengan rendah hati Dato Tiro sendiri yang kemudian datang ke tempat kediaman raja Launru Daeng Biasa dan sekaligus menyampaikan tujuan kedatangannya. Dato Tiro disambut baik oleh raja Launru Daeng Biasa, dan selanjutnya Dato Tiro memberikan penjelasan tentang kebenaran ajaran Islam yang dibawanya dan bersumber dari Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Pada awalnya raja Launru daeng Biasa tidak mau meninggalkan faham kepercayaan yang diturunkan oleh pandahulunya dan sudah mendarah daging pada diri masyarakatnya. Namun karena kegigihan Dato Tiro memperkenalkan agama Islam dan perlahan-lahan raja Launru Daeng Biasa menemukan kebenaran di dalam ajaran agama Islam tersebut maka pada akhirnya dapat menerima agama Islam dan menganutnya. Selanjutnya raja Launru Daeng Biasa mengislamkan isterinya kemudian kerabatnya bahkan seluruh hadat dan rakyat kerajaan Tiro dan sekitarnya.

Makam Al Maulana Khatib Bungsu terletak di Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Makam ini berjarak 44 km dari kota Bulukumba, setiap hari makam ini banyak dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bahkan ada yang dari luar pulau seperti dari Sumatera dan Jawa.

Tidak ada informasi yang jelas kapan Dato Tiro wafat dan dimana tempatnya, namun yang pasti di Dusun Hila-hila Kelurahan Eka Tiro Kecamatan Bontotiro ada sebuah makam yang dipercaya masyarakat sebagai makam Dato Tiro penyebar agama Islam pertama di Kabupaten Bulukumba.

Demikian Informasi mengenai Sejarah Singkat Masuknya Islam ke Tiro kecamatan Bontotiro Semoga Bermanfaat buat pembaca sekalian.

Pantai Samboang

Pantai Samboang

Panorama Pantai Samboang

RachmatAlamsyah.com - Pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Bagi wisatawan yang gemar memancing di tempat inilah dapat menyalurkan hobby. Kini samboang telah berkembang sangat pesat karena pembangunan villa-villa dipinggir pantai yang pertama kali digagas oleh hamdan purnama,kebanyakan villa tersebut milik penduduk kalumpang namun jika ada pengunjung yang ingin beristirahat bisa disewakan kepada pengunjung tersebut.
Pantai Samboang
Pantai ini dalam tahap rehabilitasi pembangunan guna memprindah pantai,pada sore hari kita dapat menyaksikan indahnya sunset dengan penuh ,sedangkan pada pagi hari kita dapat menyaksikan sunrise yang indah,saat ini sudah berdiri sekitar 20 an lebih unit villa di pinggir pantai yang akan semakin bertambah kedepan karena pembangunannya terus berjalan ditunjang dengan jalan yang telah di renovasi sehingga untuk menjangkau pantai ini hanya butuh beberapa Menit saja dari kecamatan.

Profil Kalumpang Samboang

Kalumpang samboang memiliki luas wilayah adalah merupakan bagian dari wilayah desa tritiro . tapi secara geografis kalumpang samboang terpisah dari desa karena berada pada jarak kurang lebih  800 meter yang diantara oleh hutan yang bisa di tempuh kurang lebih30 menit dengan berjalan kaki 10 menit dengan naik motor  kalumpang samboang berada pada bagian timur desa tritiro yang terletak di pesisir pantai teluk bone.

1. Jumlah penduduk kalumpang samboang 199 jiwa :
     - 97  laki- laki
     - 102 perempuan
     - Jumlah  KK. 61 

2. Tingkat pendidikan
      - Belum sekolah 24 orang
      - Tidak tamat SD 17 orang
      - Tamat  SD 73 orang
      - Tamat  SLTP/sederajat 32 orang
      - Tamat SLTA/sederajat 27 orang
      -  Pelajar 15 orang

3. Mata pencaharian
       - Petani 12 orang
       - Nelayan 43 orang
       - PNS 2 orang
       - Tukang kayu 41 orang
       - Perantau 10 orang
       - Pengrajin 24 orang

Demikian sedikit ulasan tentang pantai dan Profil Kalumpang Samboang ,semoga uraian diatas bermanfaat dan menjadi bahan inspirasi layak uji bagi pembaca sekalian.
Salam Turatea !

Letak Kecamatan Bontotiro

RachmatAlamsyah.com - Kecamatan Bontotiro terletak kurang lebih 30 kilometer dari kota bulukumba,dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 60 menit dari kota bulukumba,dan dikecamatan ini terdapat beberapa sumber obyek wisata yang wajib dikunjungi oleh semua wiastawan/pelancon dari luar maupun lokal,beberapa obyek wisata yang dikecamatan bontotiro misalnya :

Makam Dato Tiro

1. Makam Dato Tiro

Makam Dato Tiro terletak di kecamatan bonto tiro. Maulana Abdul Jawad Khatib Bungsu adalah nama asli  dari Dato Tiro. Beliau adalah salah seorang penyiar agama Islam pertama di Sulawesi Selatan.

Pantai Samboang

2. Pantai Samboang

Pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Bagi wisatawan yang gemar memancing di tempat inilah dapat menyalurkan hobby. Kini samboang telah berkembang sangat pesat karena pembangunan villa-villa dipinggir pantai yang pertama kali digagas oleh hamdan purnama,kebanyakan villa tersebut milik penduduk kalumpang namun jika ada pengunjung yang ingin beristirahat bisa disewakan kepada pengunjung tersebut.
 
Permandian Hila-hila

3. Permandian Hila-hila

Tak jauh dari Makam Dato Tiro, terdapat permandian alam Hila-Hila berupa sungai yang aliran arusnya tidak deras. Airnya jernih dan udaranya sejuk.
 
Permandian Limbua

4. Permandian Alam Limbua

Permandian Alam Limbua terletak di Desa Hila-Hila Kecamatan Bonto Tiro, 1 Km dari Makam Dato Tiro. Permandian Alam Limbua ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Selain tempatnya yang dikelilingi pohon rindang dan siulan kicau burung, permandian ini juga menyatu dengan laut. Tempat ini juga memiliki keunikan yaitu airnya tetap tawar walaupun bercampur dengan air laut.dan sampai sekarang masih tetap ramai dikunjungi karena dipinggir permandian telah dibangun tembuk yang mengelilingi permandian namun untuk yang kebibir pantai tidak dibangun tembok agar ciri khas limbua tetap terjaga yaitu air campuran air payau  dengan air laut.

Demikian Informasi Mengenai Letak Kecamatan Bontotiro seklaigus beberapa keindahan Objek wisatanya yang sayang untuk dilewatkan.