Showing posts with label OBJEK WISATA. Show all posts
Showing posts with label OBJEK WISATA. Show all posts

5 Rekomendasi Kamera Mirrorless untuk Traveling

5 Rekomendasi Kamera Mirrorless untuk Traveling

Siapa yang suka traveling?

Pergi berlibur atau traveling memang salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Pasti kita akan menyiapkan segala sesuatunya secara maksimal. Mulai dari outfit atau baju apa yang akan dipakai, jadwalperjalanan hingga daftar tempat yang akan dikunjungi pasti telah dipersiapkan dengan matang. Disaat traveling, kita akan mengunjungi banyak tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya yang tentunya sangat menarik untuk diabadikan. Untuk itulah, membawa kamera merupakan hal yang wajib kamu lakukan meskipun bisa memanfaatkan kamera yang ada di smartphone, tapi tentu hasil foto di kamera akan jauh lebih bagus.

Jika kamu malas membawa kamera karena merepotkan, kamu bisa memilih kamera mirrorless untuk dibawa saat traveling. Bentuknya yang kecil dan ringan memang membuat kamera ini lebih mudah untuk dibawa-bawa ketimbang kamera DSLR. Meskipun kecil, tapi foto yang dihasilkan tidak kalah bagus dengan kamera professional lho!Bagikamu yang tertarik kami telah merangkum 5 rekomendasi kamera mirrorless terbaik untuk traveling berikut :

Fujifilm X-A10

Bagi anda yang menggemari fotografi, mendengar merk Fuji film tentu sudah tidak asing lagi. Fuji film memang bisa dibilang pemain lama dalam pasar kamera tetapi karena terus konsisten berinovasi, merk yang satu ini pun tetap menjadi pilihan unggulan. Untuk produk kamera mirrorless sendiri, Fujifilm sudah banyak mengeluarkan berbagai tipe namun satu dari yang terbaik adalah tipe X-A10. Kamera ini dilengkapi dengan lensa kit 16-50 mm f/3.5-5.6 OIS beresolusi 16,3 MP. Keunggulan lainnya dari kamera ini adalah layarnya yang fleksibel bisa ditekuk hingga 180 derajat. Tentunya akan sangat pas untukdipakai selfie bersama teman-teman.

Sony Alpha A6000

Sony juga mengeluarkan salah satu produk terbaiknya yaitu tipe Alpha A6000. Kamera mirroless dari Sony ini juga patut dipertimbangkan karena selain ringan karena beratnya hanya 12 ons saja, kamera ini juga memiliki lensa dengan resolusi yang besar yaitu 24,3 MP. Tentunya semua tempat menarik yang kamu kunjungi saat traveling akan terabadikan dengan cantik menggunakan Alpha A6000. Selain itu, kamera ini pun telah dilengkapi dengan built-in WiFi jadi kamu bisa langsung sharing hasil foto di kamera ke smartphone-mu.

Panasonic Lumix GH4

Jika kamu suka mengabadikan momen traveling dengan video, kamera mirrorless Panasonic Lumix GH4 merupakan pilihan yang tepat. Kamera mirrorless ini memang unggul di sektor video karena kualitas rekaman video 4K-nya dapat menyaingi hasil dari kamera DSLR. Auto-fokusnya pun sangat responsive dan yang paling hebatnya lagi adalah body Lumix GH4 dirancang untuk tahan di segala cuaca. Mengasyikkan bukan?

Olympus OM-D E-M1

Rekomendasi selanjutnya datang dari merk Olympus yang juga pemain lama dalam pasar kamera. Dengan tampilannya yang klasik tentu akan langsung membuat kamu jatuh cinta. Tapi tak hanya tampilannya saja yang bisa membuat kamu jatuh cinta, kualitas dari foto yang dihasilkan pun akan membuat kamu semakin cinta dengan kamera ini. Apalagi kamera mirrorless ini sangat cocok dibawa traveling ke alam karena tahan pada debu dan cipratan air.

Canon EOS M10

Untuk urusan kamera DSLR, kualitas Canon memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun untuk kamera mirrorless, kualitas dari Canon pun juga tidak bisa diremehkan. Canon mengeluarkan produk tipe EOS M10 untuk jenis kamera mirrorlessnya. Kamera ini telah dilengkapi dengan processor Digic 6 dan ISO hingga 12800 yang tentunya akan menghasilkan foto dengan kualitas tinggi meskipun diambil di tempat yang minim cahaya. Lensanya sendiri dibekali dengan resolusi 18 MP dan didukung dengan LCD yang sudah berteknologi touch screen.

Jika kamu tertarik dengan 5 rekomendasi kamera tersebut, kamu bisa mendapatkannya di MatahariMall.com yang paling lengkap menyediakan kamera mirrorless segala merk. Yuk lengkapi kegiatan travelingmu dengan kamera mirrorless!


Wisata Religi ke Masjid Agung Keraton Kasunanan Solo

Wisata Religi ke Masjid Agung Keraton Kasunanan Solo
Rachmatalamsyah.com - Kota Solo merupakan salah satu kota cantik yang menyimpan berbagai macam tempat wisata unik yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Bersama dengan sewa mobil Freed Solo dari Docar, Anda akan lebih nyaman untuk mengunjungi tempat wisata yang berada di setiap sudut kota Solo. Banyak tempat wisata menarik yang bisa Anda kunjungi mulai dari wisata religius, wisata gunung, wisata alam, wisata candi, wisata budaya, berbagai museum, dan masih banyak lagi pilihan menarik lainnya. Namun, kali ini Docar akan membawa Anda untuk melakukan wisata religius di masjid megah yang bernama Masjid Agung Keraton Kasunanan Solo. Peta Gmaps : https://goo.gl/maps/vFfi2K9Qyvo

Bagaimana Bangunan Masjid Agung Keraton Kasunanan Solo ?

Sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan pemeluk dari agama islam. Solo sendiri memiliki masyarakat yang mayoritas agamanya adalah islam. Oleh karena itu, wajarlah jika banyak masjid-masjid maupun tempat ibadah umat Islam lainnya yang tersebar di Kota Solo. Salah satu masjid yang menjadi objek wisata religius karena bangunannya yang unik dan sejarahnya di masa lalu adalah Masjid Agung Keraton Kasunanan Solo. Bagaimana bentuk bangunan dan sejarah dari masjid megah ini ?

1. Memiliki puncak Mustaka

Sewa mobil Solo akan dengan senang hati untuk mengantar Anda melihat bangunan masjid dengan puncak Mustakanya yang indah dan memukau. Bangunan yang didirikan pada awal tahun 1689 oleh Sunan Paku Buwono yang ke III ini memiliki kompleks bangunan yang cukup luas. Jika dilihat secara umum, bangunan ini memiliki bentuk bangunan yang memiliki atan bertumpang tiga. Anda juga bisa melihat puncak mustaka yang berada di atas bangunan tumpang tiga ini.

2. Terdapat bangunan untuk menyimpan Gamelan untuk Sekatenan 

Kota Solo yang merupakan kota yang penuh dengan budaya ini rasanya memang pantas untuk memiliki Docar. Docar akan membawa Anda untuk mengenal lebih jauh kota Solo dengan membawa Anda ke Masjik Agung Kasunanan Solo untuk melihat berbagai gamelan yang biasanya digunakan dalam acara Sekatenan. Jika kebetulan Anda berkunjung ke kota solo pada saat perayaan Nabi Besar Muhammad SAW, Anda akan melihat perayaan sekatenan. Setiap acara sekatenan tiba, masyarakat akan beramai-ramai ke masjid untuk merayakan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Acara ini lebih meriah dengan adanya iringan musik gamelan yang disimpan di Masjid Agung Kasunanan Solo.

3. Memiliki ubin yang indah 

Selain bersejarah, bangunan Masjid Agung Kasunanan Solo ini nyatanya memang dibangun dengan indah. Anda akan melihat berbagai macam hiasan pada ubin yang masih terpelihara di masjid ini. Selain itu, terdapat berbagai barang-barang bernilai sejarah seperti kitab Kuno yang masih ada hingga sekarang. Barang-barang tersebut di simpan dengan sebaik-baiknya agar anak cucu bangsa Indonesia masih bisa melihat peninggalan sejarah di masa lampau.

Itulah beberapa hal menarik yang bisa Anda lihat di bangunan Masjid Agung Kasunanan Solo. Bersama Sewa Mobil Docar, Anda akan diajak berkeliling kota Solo dengan lebih nyaman dan Aman. Lagi pula, cara pemesanannya pun sangat mudah. Anda tinggal  membuka situs onlinenya di docar.co.id dan lihatlah berbagai macam jenis mobil menarik yang disewakan. Harga yang dipasang pun murah untuk melakukan kunjungan ke sudut-sudut kota Solo. Jadi, ketika berkunjung ke Solo tidak membawa kendaraan, jangan ragu untuk menggunakan sewa mobil Docar. Kunjungi segera situs online resmi Docar. Selamat berwisata di kota Solo.

Sewa mobil Solo bisa mengantar Anda melakukan kunjungan ke sekeliling kota Solo dengan aman dan nyaman. Anda bisa mendapatkan sewa mobil yang murah dengan pilihan mobil menarik hanya di Docar.


Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Warisan Budaya di Kabupaten Bulukumba

Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Warisan Budaya di Kabupaten Bulukumba
Akses Masuk ke Lokasi Adat Ammatoa Kajang
Rachmatalamsyah.com - Kawasan Adat Ammatoa Kajang adalah Kawasan Hutan Adat yang dihuni oleh salah satu suku yang biasa disebut sebagai Suku kajang. Secara geografis, suku Kajang berada di wilayah Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Sekitar 56 kilometer dari pusat kota Bulukumba.  Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Bahasa Konjo yang termasuk dalam bahasa Bugis Makassar, Kawasan Adat Ammatoa di Pimpin oleh seorang Pemangku Adat atau Kepala Adat yang biasa disebut dengan "Ammatoa", Bagi masyarakat Kajang, Ammatoa juga dikenal dengan nama "Bohe Amma". Dalam bahasa Konjo, "Bohe" berarti tua atau tertua atau dituakan (terpandang, didengarkan). Sedangkan " Amma " berarti ayah atau bapak (laki-laki, sudah berkeluarga). Sehingga dapat diartikan bahwa Bohe Amma adalah Kepala adat yang dituakan untuk membina serta mengarahkan masyarakat adat ke arah kebenaran, sesuai dengan kepercayaan dan aturan-aturan adat itu sendiri. Masyarakat Desa Tana Toa mengartikan "Tana Toa"  sebagai tanah yang tertua, Hal itu dikarenakan kepercayan masyarakatnya yang meyakini daerah tersebut sebagai daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini. Bagi mereka, daerah ini dianggap sebagai tanah warisan leluhur. 

Masyarakat Berbondong-bondong ke sebuah acara Ritual Adat
Hidup sederhana dan jauh dari kata Modernisasi adalah salah satu pemandangan yang lumrah di Kawasan Adat Ammatoa,  umumnya masyarakat Adat Ammatoa hidup dan menggantungkan diri dari alam atau hutan di kawasan tersebut, karena Masyarakat dalam Kawasan ini sangat bergantung pada Alam dan Hutan disekitarnya "Amma Toa" dan masyarakatnya selalu berpegang teguh pada Ajaran Leluhur yang disebut "Pasang Ri Kajang" berarti Pesan di Kajang. Pasang atau Pesan ini telah diwariskan secara lisan turun temurun dari Ammatoa pertama yang disebut Tomanurung hingga Ammatoa yang sekarang. Ammatoa sendiri kerap menyebut Tomanurung ini dengan sebutan Nabi. Ia menyebut bahwa setiap waktu dalam kehidupan ini adalah zikir yang tak pernah terputus.Pada umumnya masyarakat Desa Tana toa, tidak pernah merasakan bangku pendidikan secara formal. Maka tak heran, sangat sulit ditemukan masyarakat di kawasan ini yang mampu berbahasa Indonesia.

Kebahagiaan Warga saat berkumpul bersama dalam sebuah Ritual Adat
Kawasan Adat Ammatoa adalah termasuk dalam kawasan yang cukup terisolir, dimana akses masuk hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki tanpa kendaraan seperti mobil, motor dan listrik, hal ini sekali lagi untuk menjaga Kearifan Lokal dan Kelestarian hutan alami yang mereka tinggali, Suku Kajang mempunyai struktur kelembagaan adat Ammatoa Kajang yang disebut "Pangngadakkang" atau struktur adat. Dalam susunanan kelembagaan Adat Ammatoa Kajang, "Ammatoa ditempatkan sebagai puncak pimpinan dalam adat dan pemerintahan, yang dibawahnya disebut "Anrong" yang terdiri dari dua pejabat, yakni "Anrong ta ri Pangi" dan "Anrong ta ri Bongkina". Sosok Ammatoa oleh masyarakatnya sangat disakralkan, sampai-sampai tidak boleh diambil gambarnya serta dipublikasikan, hal tersebut sudah menjadi pantangan dan ketentuan adat. Ketika Ammatoa meninggal, maka pemimpin adat berikutnya akan dipilih setelah tiga tahun kematian Ammatoa. Para calon Ammatoa dikumpulkan, kemudian seekor ayam dilepaskan. Ketika ayam tersebut berhenti pada salah seorang calon, maka dialah yang menjadi pemimpin adat berikutnya. Dalam hal perkawinan, masyarakat Tana Toa harus kawin dengan sesama masyarakat kawasan tersebut. Jika tidak, dia harus meninggalkan kawasan adat.

Salah satu Contoh Rumah didalam Kawasan Adat Ammatoa
Masyarakat Tana Toa Kajang juga dicirikan dengan pakaiannya yang serba hitam. Menurut mereka, pakaian hitam tersebut memiliki makna kebersahajaan, kesederhanaan, kesamaan atau kesetaraan seluruh masyarakatnya. Selain itu, pakaian hitam juga dimaksudkan agar mereka selalu ingat akan kematian atau dunia akhir. Makna kesetaraan tidak hanya dapat dilihat dari cara mereka berpakaian, akan tetapi juga dari bentuk bangunan rumah yang ada di kawasan ini. Semua model, ukuran serta warnanya terkesan seragam, beratap rumbia serta berdinding papan. Kecuali rumah Ammatoa yang dindingnya menggunakan bambu. Di sekitar rumah Ammatoa tersebut, semua pemukiman Warga menghadap kearah kiblat. Masyarakat Tana Toa percaya bahwa bumi ini adalah warisan nenek moyang yang berkualitas dan seimbang. Oleh karena itu, anak cucunya harus mendapatkan warisan tersebut dengan kualitas yang sama persis.

Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Warisan Budaya di Kabupaten Bulukumba  # INOVASI DAERAHKU

Pemimpin adat, Ammatoa membagi hutan dalam tiga bagian. Yaitu, Hutan Keramat "Hutan Karamaka", hutan perbatasan "Hutan Batasayya" serta hutan rakyat  "Hutan Laura".
- Hutan Keramat diakui sebagai hutan pusaka dan dijadikan kawasan hutan larangan untuk semua aktifitas, kecuali kegiatan ritual. Hutan ini sangat dilindungi, mereka meyakini kawasan ini sebagai tempat turunnya manusia terdahulu yang juga lenyap di tempat tersebut. Masyarakat juga yakin, hutan ini tempai naik turunnya arwah dari bumi kelangit. Apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan hutan seluas 317,4 hektar ini, maka akan dikenakan denda Rp.1.200.000  di tambah dengan sehelai kain putih serta mengembalikan barang yang telah diambil dari daerah tersebut.

- Hutan Perbatasan merupakan hutan yang bisa ditebang beberapa jenis kayunya, akan tetapi harus dengan izin Ammatoa dan kayu yang diambil dari kawasan itu hanya untuk membangun fasilitas umum, serta untuk rumah bagi komunitas Ammatoa yang tidak mampu. Adapun syarat sebelum melakukan penebangan pohon adalah orang tersebut diwajibkan melakukan penanaman kembali sebagai penggantinya.

- Hutan Rakyat merupakan hutan yang dikuasai dan di kelola oleh rakyat. Tapi hukum adat masih tetap berlaku. Denda atas pelanggaran di kawasan ini sama dengan denda hutan perbatasan.

Selain sanksi denda, orang yang melakukan pelanggaran tersebut juga dikenakan hukum adat berupa pengucilan. Yang lebih parahnya lagi, pengucilan tersebut berlaku bagi semua keluarga sampai generasi ketujuh.

Ritual " Tunu Panroli " Suku Kajang, Bulukumba
Selanjutnya, ada dua bentuk ritual yang dijalankan oleh suku kajang apabila terjadi kasus pencurian, yaitu Tunu Panroli dan Tunu Passau.

- Tunu panroli " yaitu mencari pelaku pencurian dengan cara seluruh masyarakat memegang linggis yang membara setelah dibakar. Masyarakat yang tidak bersalah, tidak akan merasakan panasnya linggis tersebut.

Tapi, apabila sang pencuri melarikan diri, maka dilakukanlah :

- Tunu Passau " yaitu Ammatoa membakar kemenyan sambil membaca mantra yang dikirmkan kepada pelaku agar jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia secara tidak wajar. Sebagai catatan Kawasan Adat Ammatoa memang terkenal daya Magisnya diantara daerah lain di Kabupaten Bulukumba.

Terdapat satu Ritual lagi yang biasanya di lakukan di akhir tahun yaitu :

- Andingingi " yaitu berarti mendinginkan, Ini merupakan salah satu bentuk kesyukuran mereka atas kemurahan alam dengan cara mendinginkannya. Waktu tersebut adalah saatnya alam untuk di Istirahatkan setelah dikelolah dan dinikmati hasilnya selama satu tahun.

Makan bersama dalam ritual " Andingingi " Tana Toa, Kajang, Bulukumba.
Para pengunjung yang datang ke daerah ini, harus mengikuti aturan adat yang berlaku baik itu wisatawan asing maupun wisatawan Lokal tidak di perbolehkan menggunakan kendaraan modern, Pengunjung hanya boleh menunggangi kuda atau berjalan kaki dan Pengunjung pun harus mengikuti pakaian khas adat kajang yang berwarna hitam.

Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Warisan Budaya di Kabupaten Bulukumba  # INOVASI DAERAHKU

Senin, Tanggal 8 Agustus 2016, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkunjung ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Kabupaten Bulukumba. Kunjungan ini membawa Kabar Baik terkait Rencana penetapan hutan Ammatoa Kajang sebagai Hutan Adat. Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar Dalam Sambutannya di depan masyarakat Adat Ammatoa Kajang menyatakan bahwa " Proses di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah selesai. Saya akan menjadwalkan bertemu dengan Presiden untuk membahas ini. Sudah tidak ada keraguan bagi saya untuk segera menetapkan Hutan Adat Ammatoa Kajang " Tutur Siti Nurbaya. 

Kunjungan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke Kawasan Adat Ammatoa
Berdasarkan Pernyataan di atas Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan maka sebentar lagi Kawasan Adat Ammatoa akan menjadi salah satu Hutan Adat Ammatoa Kajang yang dilindungi dan di jaga kelestariannya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kunjungan ini adalah Jawaban atas Gagasan Proses penetapan Hutan Adat Ammatoa Kajang yang digagas oleh AMAN Sulsel dan Perkumpulan HuMa Untuk Indonesia.

Proses tersebut adalah :

Pertama, Penyusunan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 9 tahun 2015 tentang Pengukuhan, Pengakuan Hak dan Perlindungan Hak Masyarakt Hukum Adat Ammatoa Kajang; Kedua, Pendaftaran Hutan Adat oleh Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang dengan mengajukan surat permohonan dan dilampiri Perda tersebut; Ketiga, Verifikasi dan Validasi oleh Tim Direktorat Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, BPKH VII, BP DAS Jeneberang Walnae, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bulukumba; Keempat, Gelar Hasil verifikasi dan Validasi menyimpulkan bahwa permohonan hutan hak oleh Masyarakat Hukum Adat Kajang sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan oleh Menteri; Kelima, Konsultasi publik dilakukan pada  tanggal 28 Januari 2016.

Mari berdoa semoga Kawasan Adat Ammatoa ini dapat segera terwujud menjadi Hutan Adat (Indigenous forests), Inovasi Daerah dan Warisan Budaya yang terjaga kelestariannya di Kabupaten Bulukumba.

Demikianlah Ulasan singkat saya mengenai  Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Warisan Budaya di Kabupaten Bulukumba , Semoga bermanfaat dan bisa menjadi Tinjauan Pustaka yang dapat dipercaya kebenarannya. Sekian

Pantai Apparalang, Pantai dengan Pemandangan Ekslusif Ala Raja Ampat

Pantai Apparalang
Pantai Apparalang
Rachmatalamsyah.com - Belum lama ini sebuah Objek Wisata yang terletak di Kabupaten Bulukumba tepatnya di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari Kab.Bulukumba ramai dikunjungi pelancon. Siapa Sangka di balik tebing curam itu ada pesona bahari yang sangat menakjubkan. Terlihat dari atas birunya laut yang berkilauan tertimpa matahari. Mungkin banyak pula yang tidak menyangka, bahwa alam yang kelihatan dari luar terkesan liar dengan rerimbunan hutan jati dan bakau yang sama sekali tak menarik itu, ternyata tersembunyi sebuah panorama pantai yang eksotis. Bahkan ada yang kemudian menyebut kawasan tebing-tebing karang itu sebagai Raja Ampat KW 2. 
Keindahan alamnya yang nyaris belum tersentuh, bak seorang dara nan rupawan yang masih perawan. Di kejauhan sudah terlihat birunya laut yang menawan.Kawasan pantai ini, dapat ditempuh dengan kendaraan berupa motor maupun mobil dengan jarak tempuh kurang lebih 1 km dari tepi jalan aspal poros desa Ara. Jalannya sebagian sudah dibeton, namun ada beberapa ruas jalan yang masih dalam tahap pekerjaan.
Pantai Apparalang
Uji Nyali Terjun dari Tebing Curam Apparalang
Keindahan alamnya yang nyaris belum tersentuh, bak seorang dara nan rupawan yang masih perawan. Di kejauhan sudah terlihat birunya laut yang menawan.Kawasan pantai ini, dapat ditempuh dengan kendaraan berupa motor maupun mobil dengan jarak tempuh kurang lebih 1 km dari tepi jalan aspal poros desa Ara. Jalannya sebagian sudah dibeton, namun ada beberapa ruas jalan yang masih dalam tahap pekerjaan.
Akses Jalan Menuju Apparalang
Keindahan Gugusan Batu Karang
Begitu tiba di kawasan ini, mata sudah langsung disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indah, sejuk dan sangat tenang dibandingkan dengan tempat wisata pantai lainnya seperti Pantai Bira dan Pantai Samboang yang selalu ramai dan padat pengunjung di tiap akhir pekan. Kawasan ini untuk sementara memang dalam tahap pembenahan dan menurut kabar jika pengelolanya juga masih dipercayakan pada penduduk setempat.
Area Parkir dan Beberapa Gazebo
Pengunjung yang kebanyakan warga lokal dan berkendara roda dua sudah ada yang tiba di situ. Sebagian duduk beristrahat di beberapa Gazebo, ada yang berdiri di tepi tebing untuk mengabadikan suguhan alam nan menarik itu, beberapa di antaranya bercengkarama di atas batuan karang yang berukuran besar sambil menikmati sejuknya angin yang berhembus ataupun sekedar berselfie dengan mengambil latar laut biru. Agar dapat menikmati deburan ombak yang menghempas karang secara dekat, ataupun ingin terjun membelah laut dan merasakan sejuk dan beningnya air, maka pengunjung harus menuruni sebuh tangga kayu yang lumayan tinggi dan mendapati sebuah anjungan dari kayu yang berdiri dan dipasang rapi di atas batu-batu karang.

Tangga untuk turun menuju Pinggir Pantai
Jika dieksplorasi lebih jauh, selain ikan, di kedalaman sana ada pesona bawah laut yang memukau. Di dinding tebing itu bisa menjadi tempat uji nyali bagi kawula pencinta alam yang suka tantangan. Kawasan ini perlu segera diberi sentuhan oleh pemerintah, khususnya yang menangani kepariwisataan semisal perbaikan jalan menuju lokasi, menyediakan tempat istirahat, membuat tangga dan anjungan yang lebih permanen atau segala fasilitas yang dapat memberikan kemudahan, kesenangan, ketenangan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. 
Pantai Apparalang
Kedepan Pantai Apparalang akan menjadi potensi wisata Kabupaten Bulukumba yang berkelas, jika secara dini ditata dan dikelola dengan baik, Pantai ini akan menjadi alternatif Rekreasi keluarga bagi masyarakat setempat ataupun menjadi pilihan destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Demikian Ulasan mengenai salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba,Semoga Bermanfaat dan secepatnya pantai ini bisa dilirik oleh para investor.

Keindahan Pantai Samboang di Sore hari

Pantai Samboang
RachmatAlamsyah.com - Dalam Gambar diatas terlihat keindahan pantai samboang pada sore hari,terlihat perahu nelayan yang tak melaut karena air laut sedang surut,pada saat air surut warga berbondong-bondong untuk memanfaatkan waktu untuk mencari hasill laut seperti kerang/biri-biri,gosse,kepiting,ikan kecil ,dll(bahasa konjo) ,dari bibir pantai saya menyaksikan keindahan sunset disore hari menjelang adzan magrib.Tak salah jika pantai ini kedepan punya prospek yang baik sebagai aset pariwisata berharga kabupaten bulukumba.

Pantai Samboang
Panorama pantai yang sayang untuk dilewatkan ,untuk para pengunjung yang akan menginap pun tak perlu khawatir karena disini disediakan beberapa villa penginapan ,termasuk villa saya yang siap untuk disewakan. Jadi bila berkunjung kekabupaten bulukumba sempatkan waktu untuk menikmati panorama keindahan pantai samboang.

Bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara tempat bisa menjadi referensi bagi anda untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan teman-teman,jika kalian ingin informasi lebih lanjut atau ingin memesan villa silahkan hubungi saya lewat contact di Blog ini.

Demikian sedikit informasi tentang Keindahan Pantai Samboang di Sore hari,anda juga bisa melihat Objek Wisata Lainnya yang ada di Bulukumba melalui Link ini Objek Wisata.

Perkebunan Karet

Perkebunan Karet
RachmatAlamsyah.com - Pada awalnya areal ini merupakan areal perkebunan serei lalu diganti menjadi perkebunan kopi dan terakhir menjadi perkebunan karet. Perkebunan ini milik Horrison dan Crosfield ltd. Areal perkebunan ini dibuka sejak tahun 1918 oleh pemerintah hindia belanda.

Perkebunan Karet
Tempat ini merupakan kawasan objek wisata Agro yang menyebar di dua tempat yakni pallangisang estate dan ballombissie estate. Bila anda memasuki perkebunan ini anda dapat melanjutkan perjalanan ke puncak karang puang di desa barugae kecamatan bulukumpa sedangkan di palangisang estate anda dapat berkunjung di pabrik pengolahan karet sekaligus di Bulupadido. Ada kesan tersendiri jika kita berada di kedua tempat ini.

Demikian Informasi Objek wisata Perkebunan Karet , semoga bisa jadi informasi penting untuk para wisatan lokal dan non lokal.

Pemutakhiran Terakhir (Minggu, 17 Oktober 2010 01:34) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba

Permandian Alam Bravo

Permandian Alam Bravo

RachmatAlamsyah.com - Di sebelah barat bulukumba sekitar 34 Km dari ibu kota kabupaten bulukumba, tepat di kaki gunung bawa karaeng, pada ketinggian 715 meter di atas permukaan laut terdapat permandian alam air terjun. Airnya bening dan segar, udaranya sejuk serta pemandangan alam sekitarnya sengat indah.

Demikian Informasi salah satu objek wisata Permandian Alam Bravo yang ada di kabupaten Bulukumba ,Semoga Bermanfaat Buat Pembaca Sekalian.

Pantai Mandala Ria

Pantai Mandala Ria
RachmatAlamsyah.com - Pantai Mandala Ria terletak di desa Lambanna Ara. Dinamakan Mandala Ria karena di tempat inilah Panglima Mandala memesan 24 kapal pendarat dalam rangka pembebasan Irian Jaya dari kolonial Belanda. Selain pantainya yang berpasir putih, terdapat pula tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, yakni Goa Passohara yang di dalamnya terdapat sumber mata air. Di tempat ini pula banyak wisatawan melewatkan waktunya untuk berenang. Tak jauh dari tempat tersebut terdapat pula Goa Passea yang merupakan situs pemakaman. Dalam perjalanan menuju pantai Mandala Ria di sisi kanan kiri jalan, akan terlihat rumah-rumah panggung dengan khas tersendiri di mana anjungan rumah dan lisplan diukir.

Pantai Mandala Ria
Demikian Informasi Objek Wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba ,Semoga Bermanfaat buat para pelancon.

Pemutakhiran Terakhir (Minggu, 17 Oktober 2010 01:52) Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba

Pantai Lemo-Lemo


Sekitar 7 Km dari lokasi pembuatan Perahu Pinisi di Tanah Beru terdapat lokasi pengembangan parawisata. Kawasan ini seluas 508 Ha. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba memberikan peluang kepada dunia usaha untuk mengembangkan Kawasan ini. Kepada Investor yang berminat menanamkan modalnya oleh Pemerintah Daerah memberikan kemudahan. Pantai Lemo-Lemo potensial dijadikan tempat wisata kelas menengah ke atas. Berbagai daya tarik wisata dapat dilihat di sini. Selain keindahan pantainya, di tempat ini dapat terasa kesejukan udara hutan lindung dan kicau burung yang merdu serta atraksi seperti monyet dan kus-kus melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lainnya. Bukan hanya itu, pantai ini memiliki terumbu karang yang indah dengan berbagai jenis ikan hias. Di sore hari dapat terlihat panorama senja, di saat matahari akan terbenam. Kombinasi hutan dan pantai menjadikan kawasan ini potensial untuk dikembangkan.


Pemutakhiran Terakhir (Minggu, 17 Oktober 2010 02:12) Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba

Makam Dato Tiro

Makam Dato Tiro
RachmatAlamsyah.com - Makam Dato Tiro terletak di kecamatan bonto tiro. Maulana abdul jawad khatib bungsu adalah nama asli dari dato tiro. Beliau adalah seorang penyiar agama islam di sulawesi selatan.

Makam Dato Tiro menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi oleh wistawan,ketika musim libur tiba mesjid ini selalu ramai pengunjung yang datang dari jauh hanya untuk berziarah ke makam penyebar Agama Islam pertama di kecamatan Bontotori. Olehnya itu tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang kudu dikunjungi jika anda berkunjung ke Kabupaten bulukumba.

Demikian sekilas Informasi Objek Wisata Makam Dato Tiro yang berada di Hila-hila Kecamatan Bontotiro.

Pembuatan Perahu Tradisional Phinisi

Pembuatan Perahu Tradisional Phinisi
RachmatAlamsyah.com - Dari ibukota kabupaten bulukumba, pada kilometer 24 banyak bangunan kapal yang memenuhi pinggiran pantai tanah beru. Di samping itu akan terlihat pula kapal-kapal pinisi dan perahu tradisional lainnya yang berlabuh di musim timur. Tanah beru merupakan simbol kabupaten bulukumba sebagai bumi panrita lopi. Di tempat inilah perahu pinisi nusantara yang mengaruhi samudra pasifik berlayar ke vancouver Canada, Amanagappa berlayar sampai ke madagaskar serta hati merege dan Damar sagara berlayar ke australia dan negeri sakura jepang dibangun. Kepandaian masyarakat bonto bahari membuat perahu merupakan perpaduan antara keahlian teknis dan keahlian magis.
 
Proses Pembuatan Perahu Tradisional Phinisi
Kemampuan membuat perahu merupakan karya budaya legendaris. Konon ketika tokoh legendaris sulawesi selatan yakni sawerigading gagal dalam pelayarannya dimana perahu dilanda badai dan pecah di sekitar perairan Bira. Pecahan-pecahan itu terbawa arus dan terdampar di berbagai pelabuhan. Kepingan badan perahu terdampar di pelabuhan ara dan sambungan lunas terdampar di lemo-lemo sedangkan tali temalinya terdampar di Pantai Bira. Hal inilah yang mengilhami kelahiran dan kebangkitan kebaharian orang-orang Bulukumba. Masyarakat Ara dan Lemo-Lemo, ahli dalam pembuatan perahu tetapi mereka bukan pelaut ulung sebaliknya orang Bira ahli dalam pelayaran tetapi mereka tidak ahli dalam pembuatan kapal.
Berada di tempat ini dapat terlihat kepiawaian masyarakat bonto bahari membuat kapal/perahu tradisional dengan konstruksi kayu dan peralatan tradisional pula. Setiap pembuatan perahu ditandai dengan upacara tradisional, yang spesifik. Uniknya setiap bagian kapal sarat dengan falsafah. Ketika berada di tempat ini akan terdengar bunyi alat-alat yang menyatu dengan deburan ombak yang mendesir di pantai tanah beru. Dari sini anda dapat melanjutkan perjalanan ke bira atau tempat wisata lainnya di Bulukumba.

Demikian Informasi mengenai Pembuatan Perahu Tradisional Phinisi yang ada di Desa Tanah Beru Kec.Bontobahari,Semoga Bermanfaat buat pembaca .

Kawasan Adat Ammatoa

Kawasan Adat Ammatoa
RachmatAlamsyah.com - Terletak di Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang, berjarak 56 Km dari Ibu Kota Bulukumba. Kawasan ini tampak unik dan berbeda dengan daerah lainnya.Keteguhan masyarakatnya berpegang pada pesan-pesan leluhurnya yang disebut PASSANGNGA RI KAJANG membuat keaslian Budaya dan Alamnya tetap bertahan. Masyarakatnya taat pada peraturan adat. Pola kehidupannya sangat sederhana, pakaiannya serba hitam, bangunan rumahnya seragam dan semuanya menghadap ke utara. Masyarakat kawasan adat Amma Towa sampai sekarang mempertahankan kelestarian hutan. Menurut pesan leluhur mereka pantang merusak hutan. Bila ada yang melanggar aturan adat atau pesan leluhur maka akan dikenakan sanksi yang diputuskan melalui musyawarah adat yang terdiri dari adat Lima Karaeng Tallu.
 
Di kawasan ini terdapat berbagai ritual-ritual adat yang sering dilaksanakan oleh masyarakat setempat serta atraksi seni seperti musik tradisional Basing-Basing yang didalam memainkannya diiringi dengan lagu yang syairnya berisi pesan tentang kehidupan. Selain itu terdapat pula seni tari Pabitte Passapu yang menggambarkan permainan sabung ayam. Daerah ini dipimpin oleh seorang pemimpin adat yang bergelar AMMA TOWA. Sebagai seorang pemimpin spiritual oleh pengikutnya maka dianggap sebagai orang suci dan kepemimpinannya seumur hidup. Memasuki kawasan ini anda diwajibkan menggunakan pakaian hitam sebagai tanda penghargaan dan rasa persaudaraan.

Kawasan Adat Ammatoa

Demikian Info mengenai Kawasan Adat Ammatoa,salah satu kawasan terisolir di Desa Kajang,dimana yang bermukim dikawasan tersebut ada masyarakat asli penduduk sana yang jauh dari Moderenisasi dunia luar,mereka hidup didunia mereka sendiri dengan perlengkapan dan pakaian yang terbatas dan masih bersifat alami.

Semoga Bermanfaat

Pantai Bira

Pantai Bira
RachmatAlamsyah.com - Pantai Bira merupakan Obyek wisata unggulan di Kabupaten Bulukumba. Pantai Bira terletak di Kecematan Bonto Bahari, 42 Km ke arah timur dari Ibu Kota Kabupaten. Pantai Bira ini memiliki pasir pantai yang putih menyerupai tepung. Selain pasir pantainya yang putih, matahari terbit dan terbenam (sunrise & sunset), hutan dengan flora dana fauna yang langka serta taman laut yang indah dengan biota-biota laut yang menakjubkan merupakan daya tarik tersendiri yang dapat dinikmati di tempat ini.

Panorama Pantai Bira

Dari Pantai Bira, dapat terlihat 2 pulau yaitu pulau liukang lohe dan pulau kambing. Pulau Liukang Lohe juga memiliki pantai pasir putih dan banyak terdapat tanaman bongsai serta terdapat perkampungan Tradisional. Sedangkan Pulau Kambing belum berpenghuni tapi di sini juga terdapat banyak tanaman bongsai.
Sekitar 500 meter dari gerbang masuk terdapat pelabuhan Ferry. Bila terus menyusuri pantai akan ditemukan perkampungan Tradisional yang bernama Panrang Luhu. Pemandangan yang indah dapat juga dinikmati di tempat ini.

Demikian Informasi mengenai salah satu Objek Wista kebanggaan masyarakat Bulukumba yang sudah tersohor hingga kepenjuru dunia karena keindahan pantai dengan air yang berwana biru maka tak heran ditempat ini kita akan sering mengunjungi turis asing yang sedang menikmati keindahan Pantai Bira. Sekian